Rabu, 01 Agustus 2012

Beda Pola Pikir

Dulu sama sekarang pasti beda. Emang betul. Termasuk jalan pikiran. Seiring berjalannya waktu, mulai terasa muncul, perbedaan-perbedaan diantara kita. Walaupun visi dan misi masih tetap sama, seperti saat sepakat untuk membuat "perahu layar" dulu. Hanya metoda untuk menjalankan "perahu layar" tersebut masing-masing pasti memiliki perbedaan. Tapi apakah perbedaan itu cukup untuk dijadikan alasan untuk saling menyingkirkan? Perbedaan yang ada jangan dijadikan sebagai duri perintang. Tapi anggaplah sebagai solusi alternatif dalam menghadapi setiap kendala yang ada. Selama ini, berpikir positif seperti tampak hanya sebagai retorika belaka. Sebatas ucapan, tapi pernah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melihat suatu permasalahan dari sudut pandang yang berbeda. Lebih memilih diam, bukan berarti apatis. Biarkan orang membuktikan terlebih dahulu, cara yang menurut mereka adalah terbaik. Diam bukan berarti tidak melakukan sesuatu. Diam namun tetap bergerak. Mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, apabila nanti telah tiba saatnya untuk muncul ke permukaan. Filosofi kapal selam. Tidak selamanya berada dibawah permukaan laut. Tapi ada saatnya harus muncul ke permukaan. Saat tiba waktu untuk muncul ke permukaan, harus siap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. Apa saja yang harus kita persiapkan? Itulah yang harus kita tahu terlebih dahulu dengan pasti. Titik kelemahan kita adalah yang utama. titik lemah harus diperkuat. Atau paling tidak dapat kita manipulasi, sehingga tampak seolah-olah adalah titik terkuat. Semua harus tetap dalam rel. Rel positif. Demi kebaikan kita semua adalah muaranya.
Setiap langkah yang ditempuh, selalu ada resiko. Siapkah menghadapi segala kemungkinan terburuk? Bukan pesimis. Tapi, tetap kita harus mempersiapkan Plan B apabila Plan A tidak mungkin berhasil. Mencabut duri yang menancap dijaripun masih ada resiko infeksi. Bagaimana supaya tidak terjadi infeksi? Nah inilah sebagai dari beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum kita melangkah lebih jauh. Terlihat ada kesan, kalo bisa dipersulit, kenapa harus dibuat mudah? Tidak. Mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk menghadapi segala kemungkinan, bukan mempersulit. Justru sebaliknya. Secara fisik dan mental justru lebih siap dalam menghadapi apapun yang akan terjadi. Dianggap berseberangan dengan kelompok mayoritas? Tidak perlu dianggap berlebihan. Justru berbeda pendapat akan menambah warna. Pelangi kan tidak monotone? Ada 7 warna yang berbeda dan malah membuat pelangi itu menjadi indah. Nah, justru perbedaan itu yang membuat indah. Tapi tetap tidak boleh ada dictatorship dalam setiap pengambilan kebijakan. Tetap mendengar dan bisa memutuskan yang terbaik. Yang pendapatnya ditolak juga harus bisa legowo. Menerima dengan baik. Ini bukan dunia politik, dimana tidak ada pertemanan yang abadi. Yang ada hanya persamaan kepentingan. TIDAK!!! Disini kesejahteraan dan kebahagiaan bersama adalah tujuan akhir. Adil menurut seseorang tidak sama dengan yang lain. Bagaimana supaya dapat merasa fair? Coba kita tanamkan dalam hati. Bahwa Allah SWT.-lah Yang Telah Mengatur. Yakinlah, bahwa menurut kita yang terbaik belum tentu menurut Allah SWT. Yang terbaiklah yang Ia berikan kepada kita. Cita-cita dan harapan adalah hal yang wajar. Wajar kita berangan-angan mendapat yang terbaik. Bung Karno bilang, gantungkan cita-citamu setinggi langit. Takdir memang tidak bisa dirubah. Tapi nasib masih bisa. Usaha, kerja keras dan tawakkal. Kata orang itu adalah kunci keberhasilan. Tapi masih ada yang kurang. Positive Mental Attitude, itu juga perlu. Memandang segala hal dari sudut pandang positf. Susah memang untuk dilakukan. Tapi apa salahnya buat dicoba?


Tidak ada komentar: